Kekuatan Masker: 2 Pekerja Salon di AS Positif Terpapar Covid-19 Tanpa Menulari Klien

Home / Berita / Kekuatan Masker: 2 Pekerja Salon di AS Positif Terpapar Covid-19 Tanpa Menulari Klien
Kekuatan Masker: 2 Pekerja Salon di AS Positif Terpapar Covid-19 Tanpa Menulari Klien Seorang penata rambut di Sao Paolo Brazil mengenakan masker pelindung dan face shield terlihat sedang mengeringkan rambut pelanggannya. (FOTO:The Jakarta Post/Reuters-Amanda Perobilli)
Fokus Berita

TIMESPADANG, JAKARTA – Dua penata rambut yang bekerja di sebuah salon di Springfield, Missouri, AS terdeteksi positif terpapar Covid-19. Namun, 139 pelanggan yang sudah mereka layani selama periode mereka terpapar dan menunggu hasil tes keluar, dinyatakan sehat. Hal ini disinyalir karena kedua penata rambut tersebut selalu menggunakan masker saat bekerja.

Kejadian ini dimulai saat seorang penata rambut (Nona A) pada tanggal 12 Mei menunjukkan gejala sesak  napas. Dia kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit dan menjalani tes.

Selang beberapa hari, rekan kerjanya (Nona B) pada tanggal 15 Mei menunjukkan gejala yang sama dan juga langsung memeriksakan diri ke rumah sakit.

Namun sambil menunggu hasil tes keluar, keduanya tetap bekerja sambil tetap menggunakan masker homemade berlapis kapas (untuk Nona A) dan masker bedah (untuk Nona B) hingga tanggal 20 Mei.

20 Mei merupakan dimana Nona A menerima hasil tes nya. Selang 2 hari Nona B juga menerima hasil tes dan juga dinyatakan positif terpapar virus yang sama.

Dilansir dari The Jakarta Post salonpun langsung ditutup selama 3 hari untuk disterilkan dengan desinfektan. Para pekerja yang lain pun dikarantina selama 2 minggu.

Selama menunggu hasil tes mereka keluar Nona A dan Nona B tercatat telah melayani 139 pelanggan. Kesemuanya langsung dihubungi dan diberi penjelasan tentang kejadian tersebut.

Mereka semua juga ditawari untuk menjalankan tes. Namun hanya 67 orang dari mereka yang berkenan. Sisanya hanya dipantau selama 2 minggu.

Tidak satu pun dari 67 orang yang dites ternyata positif, dan tidak satu pun dari mereka yang menolak tes melaporkan gejala selama 14 hari berikutnya ketika mereka mengirim pesan teks harian yang menanyakan kesehatan mereka.

Klien kebanyakan memakai masker kain atau masker bedah, sementara sekitar lima persen memakai masker N95. Hal ini menunjukkan betapa masker berperan penting dalam mencegah penularan Covid-19. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya


    Warning: file_get_contents(https://api.times.co.id/v1/news/?key=btuFQN6oYoyxsJwOyd7R&net_id=160&offset=0&limit=5&news_type=othernews&news_id=137297&cat_id=1): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 503 Service Unavailable in /home/indoroot/public_path/v1/library.php on line 18

    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/indoroot/public_path/v1/d/app/views/news.detail.php on line 246

Komentar

Top
satriamedia.com